Ciptakan Karya Inovatif, Untidar Raih Juara di Pimnas dan PCTA 2019

Tim PCTA (kiri) dan Tim PKM (kanan) Untidar, berhasil meraih gelar juara dalam lomba yang diadakan di Bali, pada bulan Agustus dan September 2019. (Foto: Untidar)

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menjuarai Lomba Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) dan Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tahun 2019 lewat karya inovatif mahasiswanya. Untidar sabet Juara Presentasi Favorit dalam kategori PKM-PE (Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian Eksakta ) kelas 2. Sementara pada lomba PCTA, Untidar meraih meraih Juara Favorit.

Untidar mengirim tim yang beranggotakan 3 mahasiswa, pada Pimnas yang berlangsung di Universitas Udayana, Bali, pada tanggal 27-31 Agustus 2019 tersebut. Tim PKM-PE Untidar membuat inovasi, mengolah limbah kulit kacang tanah menjadi Extraordinary Peanut Shells Prebiotic (Exotic). Suwasdi (mahasiswa prodi agroteknologi 2016) selaku ketua, mengungkapkan kebanggaannya dan harapannya agar adik angkatannya mengikuti jejaknya.

“Saya bangga mewakili Untidar di lomba Pimnas itu sekaligus juga merasa sedih karena ini menjadi tahun terakhir mengikuti PKM, nanti giliran adik angkatan saya untuk ikut serta ke PKM selanjutnya” , ungkap Suwasdi dalam laman resmi Untidar.

Sementara itu, pada lomba PCTA di Bali pada 09-13 September 2019 lalu, dua mahasiswa Untidar mengusung inovasi alat Hydroponic Fodder with Temperature Sensor and Automatic Sprayer (Hydertetoyer). Dua mahasiswa, Sri Widiastuti dan Nur Achmad Purnama Nugraha, mendapat bimbingan dari dua dosen yaitu, Tri Puji Rahayu dan Retno Dewi Pramodia Ahsani.

Retno mengunkapkan dalam lomba PCTA tahun ini lebih ketat persaingannya. Selain itu, beragam inovasi yang dimunculkan oleh masing-masing peserta. Sebanyak 68 peserta yang mengikuti lomba, di mana Untidar meraih Juara Favorit.

“Lomba tahun ini persaingannya lebih ketat dan jumlah peserta yang meningkat, UNTIDAR kali ini meraih Juara Favorit”, jelas Retno.

Inovasi Mahasiswa Demi Kemajuan Bangsa

Pimnas merupakan salah satu dari sekian banyak akses guna mencurahkan inovasi-inovasi mahasiswa di seluruh Indonesia. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) saat itu, Mohamad Nasir, mengatakan melalui Pimnas ini dapat hadir karya-karya inovasi mahasiswa yang lebih kreatif.

Ia menjeleskan invoasi-inovasi tersebut dapat berwujud bidang teknologi, sains, sosial, humaniora maupun bidang-bidang lain, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat pada umumnya, bahkan untuk kemajuan bangsa.

“Inovasi yang sudah dihasilkan mahasiswa ini harus bisa menjadi start up, maka dari itu kita harus mendorong agar inovasi tersebut bisa menghasilkan industri baru dan bisa menjadi startup yang diharapkan nantinya start up itu bisa menjadi unicorn-unicorn baru. Mudah-mudahan mahasiswa yang saat ini mengikuti Pimnas bisa menjadi unicorn masa depan untuk Indonesia,” ungkap Menristekdikti, dalam laman resmi Ristekdikti.

Begitu pula dengan PCTA. Selain diadakan sebagai wadah inovasi-inovasi pelajar di Indonesia, PCTA yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya oleh Kementerian Pertahanan juga berupaya menanamkan nilai – nilai kesadaran Bela Negara kepada Generasi Muda.

Menteri Pertahanan (Menhan) kala itu, Ryamizard Ryacudu mengatakan, kegiatan PCTA yang telah berlangsung untuk yang ke-8 kalinya ini, merupakan ajang perlombaan bagi Siswa SLTA dan Mahasiswa, dan juga merupakan upaya membangun generasi muda dalam kerangka dan wadah pembentukan kesadaran bela negara.

Dilansir dari website resmi Kemhan, ia menambahkan, lebih jauh kegiatan PCTA ini merupakan wujud nyata komitmen Kemhan dalam menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme dan persatuan serta kesatuan. Kemhan juga memaparkan, hasil inovasi dan karya nyata serta pengetahuan parea pelajar secara konstruktif dan konprehensif menjadi cerminan dalam mewujudkan pemuda yang memiliki karakter kebangsaan dan cinta tanah air.

Add Comment