Dukung Gemarikan, Kelompok Tani Dumpoh Panen Lele 3 Kuintal

Anggota KWT Manunggal Kampung Dumpoh, Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara, yang tengah membawa hasil panen ikan lele, pada Minggu (3/11/2019) (Foto: Pemkot Magelang)

DUMPOH, Magelang Utara – Kelompok Wanita Tani (KWT) Manunggal, Kampung Dumpoh, Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara, memanen 3 kuintal ikan lele sebagai bentuk dukungan Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) yang dikampanyekan Pemkot Magelang. Panen lele yang dilakukan di hari Minggu (3/11/2019) tersebut merupakan hasil pemeliharaan warga selama 3 bulan.

Hidayati, Ketua KWT Manunggal mengatakan, hasil panen tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Gemarikan. Ia mengungkapkan bahwa Gemarikan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, dapat pula untuk meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat.

“Ikan lele yang dipanen dapat digunakan untuk memenuhi gizi keluarga, atau lebih luas lagi, menjadi lapangan usaha yang dapat menambah penghasilan keluarga. Secara tidak langsung program Gemarikan yang digaungkan Pemkot Magelang ini tujuan utamanya adalah membuat anak-anak kita semakin cerdas,” kata Hidayati dalam laman resmi Pemkot Magelang.

Sementara itu, Koordiantor Perikanan KWT Manunggal Potrobangsan, Sriyati Budiyono, menjelaskan ikan lele yang telah dipanen sebagian akan dijual, dan nantinya hasil penjualan akan digunakan untuk membeli benih lele. Kemudian sebagian ikan lale akan dibagi kepada masyarakat secara gratis.

“Harganya ikut pasaran walaupun lebih murah di kita, hanya Rp 20 ribu per kilogram. Nanti 2,7 kwintal dijual, dan sisanya dibagikan ke kepala keluarga di RT 01 RW 07 Potrobangsan secara gratis, masing-masing 1 kilogram,” terang Sriyati.

Gemarikan Dongkrak Angka Konsumi Ikan (AKI) Kota Magelang

Gemarikan menjadi salah satu kampanye Pemkot Magelang untuk mendongkrak Angka Konsumi Ikan (AKI) Kota Magelang yang masih rendah, yaitu sekitar 23,3 kilogram/kapita/tahun. Angka ini masih jauh dari AKI nasional yang disyaratan untuk kesehatan yakni 30 kilogram/kapita/tahun.

Hal itu juga diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Pangan (Disperpa), Eri Widyo Saptoko yang menegaskan menegaskan kegiatan kampanye Gemarikan menjadi agenda rutin tahunan antara lain karena Angka Konsumsi Ikan (AKI) di wilayah Kota Magelang saat ini masih kategori rendah.

“Gemarikan bertujuan untuk menumbuhkan gemar makan ikan sejak dini untuk mewujudkan genarasi yang cerdas dan kuat. Gemarikan kali ini juga merupakan rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional ke-6 tahun 2019,” jelas Kepala Disperpa Eri Widyo Saptoko dalam laman resmi Pemkot Magelang.

Selain untuk meningkatkan AKI, Gemarikan juga bertujuan untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan kuat. “Kampanye Gemarikan bertujuan untuk menumbuhkan gemar makan ikan sejak usia dini guna mewujudkan generasi yang cerdas dan kuat. Gemarikan kali ini juga merupakan rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional ke-6 tahun 2019,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Magelang, Yetty Biakti Sigit Widyonindito menambahkan budaya makan ikan harus terus digalakkan, sebab ikan merupakan sumber makanan yang kaya nutrisi sehingga baik dikonsumsi. Yetty yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Magelang itu mengungkapkan harga ikan jauh lebih murah dibanding dengan daging ayam.

“Daging ayam banyak obat-obatan, sedangan ikan kaya nutrisi, bisa dikreasikan menjadi camilan juga. Jadi gemarikan harus terus digalakkan agar masyarakat biasa makan ikan,” pungkas Yetty.

Add Comment