Jaga Kesehatan Melalui Olahraga Nordic di Candi Borobudur

Para peserta yang mengikuti kegiatan olahraga Nordic Walking di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, pada Sabtu (23/11/2019). (Foto: Pemkab Magelang)

Borobudur – Ratusan orang berpartisipasi dalam kegiatan olahraga Nordic Walking di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, pada Sabtu (23/11/2019). Olahraga sederhana berjalan menggunakan dua tongkat ski itu dipercaya memberi stimulasi efektif terhadap struktur tubuh agar lebih sehat.

Pendiri Komunitas Jalan Nordic Indonesia (KJNI), Martoyo, menjelaskan olahraga ini sangat efektif menjaga kebugaran dan dapat mengatasi rasa sakit pada punggung, leher, dan bahu, terutama bagi yang biasa beraktivitas duduk seharian. Dibanding olah raga lainnya, Nordic diyakini lebih mampu menggerakan otot tubuh. Jika bersepeda otot yang terlibat hanya 45 persen, joging 50 persen sedangkan Nordic 90 persen.

“Ini olahraga yang menggerakan semua otot, menggerakan semua onderdil otot yang murah dan praktis,” jelas Martoyo, dalam laman resmi Pemkab Magelang.

Olahraga murah dan sesuai untuk semua lapisan masyarakat ini harus dilengkapi dengan dua tongkat saat berjalan. Jenis tongkat yang digunakan bisa dari kayu maupun bambu. Lokasi untuk melakukannya juga bebas, bisa juga di halaman rumah sekitar 30 menit setiap harinya.

“Kita tidak harus ke lapangan atau kemana. ke luar rumah itu bisa jalan,” tegasnya.

Perkenalkan ke Masyarakat

Dilansir dari laman resmi Pemkab Magelang, olahraga Nordic pertama kali populer di Skandinavia dan bagian lain Eropa. Sedangkan di Indonesia olahraga berjalan kaki menggunakan tongkat dua ski ini mulai digemari sekitar dari tahun 2018 dan komunitasnya secara resmi diluncurkan 23 April 2019.

Guna memperkenalkan kepada masyarakat luas, nordic walking pun digelar di tempat wisata Candi Borobudur. Ratusan orang dari berbagai kota ikut berjalan kaki di rute sepanjang 6 kilometer dengan jalur beraspal di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur. Udara segar dan lingkungan nan rimbun membuat ratusan peserta terlihat antusias.

“Tujuan digelar di sekitar Candi Borobudur ini sebagai salah satu upaya menggelorakan sport tourism nordic dengan cara berbeda,” ungkap salah satu pegiat nordic walking asal Jakarta, Moko Pamungkas.

Sementara itu, salah satu peserta asal Yogyakarta Paulina merasa senang mengikuti kegiatan bersama ini. Ia juga merasakan manfaatnya yang luar biasa karena sakit tulang punggung yang diderita sejak lama semakin berkurang.

“Saat berjalan 500 meter punggung serasa sakit sekali seperti mau patah, namun setelah mencoba Nordic sakitnya terus berkurang,” tuturnya.

Add Comment