Tingkatkan Daya Saing Petani, Disperpa Kota Magelang Adakan Pelatihan

Petani Kota Magelang yang tengah menjalankan pelatihan dari Disperpa Kota Magelang, di Kampung Tulung, Rabu (23/10/2019). (Foto: Disperpa Kota Magelang)

Magelang – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, mengadakan pelatihan kepada petani di Kota Magelang, pada hari rabu (23/10/2019). Pelatihan yang bertajuk pengamatan intensif terhadap hama utama padi sawah ini, diikuti oleh 25 orang petani dari Kelurahan Magelang, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dan Penyuluh Pertanian.

Pelatihan ini diadakan guna meningkatkan daya saing petani memasuki era pertanian 4.0. Pelatihan yang diadakan, di antaranya pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Regulator) dan Bakteri Merah. Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko, menuturkan pembuatan PGPR dan Bakteri Merah dapat mencegah serangan hama sehingga hasil pertanian lebih efisien.

“Petani yang efisien akan dapat memproduksi dan memasarkan hasil pertaniannya dengan harga yang lebih baik,” ujar Eri, dalam laman resmi Pemkot Magelang.

Makin tingginya kesadaran masyarakat terhadap kualitas pangan yang aman dan sehat, menuntut petani untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan daya saing petani Kota Magelang di pasar.

Sependapat, Among Wibowo, Penyuluh Pertanian Madya juga mengungkapkan pentingnya untuk meningkatkan daya saing petani Kota Magelang. Among memaparkan, petani Kota Magelang perlu didorong untuk memanfaatkan teknologi pertanian.

“Saat ini bisa kita lihat wujudnya dalam teknologi mekanisasi pertanian seperti traktor autonomous, drone untuk kegiatan tanam dan pemupukan padi serta sejumlah teknologi lainnya,” pungkas Among.

Sektor Pertanian Ujung Tombak Bangsa

Pelatihan oleh Disperpa Kota Magelang dilakukan dalam upaya meningkatkan daya saing petani Kota Magelang melalui peningkatkan kualitas hasil produksi. Meningkatnya kualitas, akan juga meningkatkan daya saing petani Kota Magelang di pasaran. Hal ini akan selaras dengan meningkatnya kesejahteraan petani dan juga meningkatkan kemajuan Kota Magelang di sektor pertanian.

Wardhiani (2019) dalam artikel Peran Politik Pertanian dalam Pembangunan Pertanian Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Sektor Pertanian memaparkan, pembangunan di bidang pertanian menjadi tugas seluruh bangsa Indonesia karena sektor pertanian merupakan ujung tombak kemajuan bangsa Indonesia dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

Wardhiani juga mengungkapkan untuk menghadapi era pertanian 4.0 diperlukan politik pertanian. Politik pertanian merupakan kebijakan pemerintah untuk memperlancar dan mempercepat laju pembangunan pertanian. Politik pertanian dilakukan dengan penstabilan harga pangan dan pengkondusifan suasana pertanian untuk memperbesar ekspor, sehingga akan meningkatkan kemajuan pertanian bangsa.

Sementara Zakaria (2009) dalam Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Kunci Kesejahteraan Petani menjelaskan, diperlukan pemberdayaan kelembagaan kelompok tani untuk meningkatkan daya adaptasi dan inovasi petani guna memanfaatkan teknologi secara optimal.

Melalui pemberdayaan kelembagaan/organisasi ekonomi petani pada masing-masing lokasi akan meningkatkan kesejahteraan, daya saing petani, dan daya saing wilayah yang pada akhirnya akan membentuk daya saing bangsa.

Add Comment