Tumbuhkan Cinta pada Budaya, Ratusan Siswa di Lereng Merapi Belajar Membatik

Para siswa TK dan SD yang tengah belajar membatik di halaman SD Marsudirini Muntilan, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, pada Sabtu, (2/11/2019). (Foto: Pemkab Magelang)

Muntilan – Ratusan siswa di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, belajar membatik bersama, guna menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa. Kegiatan yang bertajuk ‘Marsudirini Nyanting’ itu diselenggarakan pada Sabtu, (2/11/2019).

Kegiatan yang digelar di halaman SD Marsudirini Muntilan itu ingin mengedukasi para siswa agar mengenalkan batik sebagai salah satu budaya kebangaan bangsa. Selain itu, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap batik.

Salah satu guru dari SD Marsudirini, Supriyono, mengungkapkan bahwa selain menumbuhkan rasa cinta terhadap batik, ia berharap para siswa dapat mempelajari proses pembuatan batik. “Anak-anak tidak hanya lebih cinta terhadap batik saja, namun mereka juga mengerti prosesnya,” ucap Supriyono dalam laman resmi Pemkab Magelang.

Supriyono juga menambahkan, belajar membuat batik akan menumbuhkan kecintaan pada batik itu sendiri. “Kadang kita hanya suka batiknya namun tidak mengetahui prosesnya. Melalalui kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta dan pengetahuan dalam pembuatannya,” tambahnya.

Sebanyak 300 lebih siswa mengikuti kegiatan tersebut. Siswa yang ikut terbagi dari beberapa sekolah yaitu, TK Theresia, TK Siswa Siwi, dan siswa SD Marsudirini Santo Yosep Muntilan. Tidak hanya siswa, sejumlah guru dan wali murid juga turut dilibatkan,  dalam kegiatan membatik tersebut.

Pentingnya Mencintai Budaya Sejak Usia Dini

Kegiatan belajar membatik yang dilakukan oleh ratusan siswa dari TK dan SD di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sejak usia dini. Tidak dapat dibantah, dalam era globalisasi ini, cinta terhadap budaya makin tergerus. Banyak fenomena di masyarakat yang membuktikan bahwa anak-anak, remaja, hingga orang dewasa lebih menyukai budaya asing. Kondisi tersebut tentunya harus diperhatikan agar budaya asli warisan leluhur tidak hilang ditelan zaman.

Hal serupa juga diungkapkan oleh, Komalasari (2018) dalam artikel, Multimedia Interaktif Bermuatan Keanekaragaman Budaya Indonesia pada Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air Siswa Sekolah Dasar.  Ia menyebutkan, bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan.

Namun, Di era globalisasi seperti saat ini, teknologi, telekomunikasi dan perdagangan telah membuka sekat-sekat antar negara. Arus globalisasi ini mengakibatkan masuknya berbagai budaya asing ke Indonesia. Hal ini merupakan ancaman terbesar yang dihadapi oleh setiap negara. Ancaman tersebut dapat menimbulkan krisis sosial, intelektual, moral, dan yang terparah adalah krisis karakter yang menjurus kepada krisis identitas bangsa.

Oleh karena itu, diperlukan penanaman karakter cinta budaya tanah air untuk anak SD. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan mengenai kebudayaan tanah air dan dilakukan secara terintegrasi dalam pembelajaran tematik, sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku saat ini.

Add Comment