Sebanyak 64 Peserta Ikuti Pelatihan Keterampilan BLK

Pelatihan keterampilan kompetensi yang dilaksanakan mulai Jumat, di BLK Kota Magelang (14/2/2020). (Foto: Pemkot Magelang)

Kedungsari – Sebanyak 64 peserta mengikuti pelatihan keterampilan kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang. Mereka merupakan hasil seleksi dari pendaftar sebanyak 156 orang.

Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan menjelaskan, pelatihan dilaksanakan mulai Jumat, di halaman BLK Kota Magelang (14/2/2020). Pelatihan dibagi dalam 4 paket, yaitu Design Grafis, Menjahit, Tata Boga dan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut.

“Masing-masing paket diikuti 16 peserta, dengan waktu pelatihan berkisar 20 – 35 hari,” jelas Gunadi, dalam laman resmi Pemkot Magelang.

Sebelum mengikuti pelatihan, mereka mendapat pembinaan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan dari jajaran Kodim 0705/Magelang dan Polsek Magelang Utara, selama tiga hari. Selain itu, selama mengikuti pelatihan mereka mendapat fasilitas antara lain kudapan pagi, makan siang, ATK, materi, uang saku dan sertifikat.

“Pelatihan ini merupakan fasilitas pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat, sekaligus menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Magelang,” katanya.

TPT Kota Magelang Menurun

Disebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2019 TPT Kota Magelang sebanyak 4,43 persen (setara 3.800 orang) menurun dibandingkan pada tahun 2018 sebanyak 4,68 persen. Adapun tahun 2017 sebanyak 6,68 persen.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono mengemukakan, para peserta tidak perlu berkecil hati mengikuti pelatihan keterampilan ini. Mereka diharapkan tambah semangat, tekun, rajin, disiplin, mendapatkan skill sesuai kompetensi yang diminati dan pada akhirnya menjadi tenaga profesional yang bernilai ekonomi tinggi.

“Ikuti pelatihan ini penuh dengan motivasi, jangan kecil hati,” kata Joko, hadir pada pembukaan pelatihan. Joko juga meminta kepada Disnaker untuk terus melakukan pemantauan dan penampingan kepada peserta yang sudah mengikuti pelatihan.

“Saya minta dipantau benar hasilnya, yang sudah bekerja berapa? yang belum bekerja berapa? kalau ada yang belum pandai, ya diulangi lagi tidak apa-apa,” tutur Joko.

Disamping itu, pelatihan hingga pendampingan tidak hanya bagi peserta dari Kota Magelang saja tapi juga dari Kabupaten Magelang maupun daerah lainnya.

Add Comment