Program Kampung Anak Sejahtera, Upaya Pemkab Magelang Turunkan Jumlah Stunting

Komitmen turunkan angka stunting, Pemkab Magelang adakan sosialisasi Komitmen Wartawan Ramah Anak dan kota layak anak. (Foto: Pemkab Magelang)

Magersari- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang berupaya untuk menurunkan jumlah stunting. Hal ini disampaikan oleh Andi Wibowo selaku Tim Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA). Menurut Andi, jumlah Pemkab menyiapkan program Kampung Anak Sejahtera untuk menekan jumlah stunting.

“Kabupaten Magelang melakukan upaya-upaya menurunkan jumlah stunting dan yang sedang kita dorong adalah program Kampung Anak Sejahtera,” ucap Andi Wibowo.

Hal ini disampaikannya dalam sosialisasi Komitmen Wartawan Ramah Anak dan kota layak anak, Selasa (10/12). Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Perempuan (Dinsos PPKB dan P3A) Kabupaten Magelang.

Ada dua pendekatan yang dipakai untuk menurunkan jumlah stunting, yakni pola asuh keluarga dan kesehatan. Keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan anak.

“Contoh pola asuh anak yang salah adalah, pemberian ASI ekslusif yang tidak maksimal. Kemudian praktik pernikahan usia anak-anak (dini) ternyata juga berpengaruh pada stunting,” jelas Andi.

Salah satu kendala yang ditemui di lapangan adalah Kader Posyandu kadang kurang waspada, dikarenakan hanya memperhatikan berat badan bayi sebagai parameter stunting. Padahal stunting ditetapkan berdasarkan perbandingan tinggi atau panjang badan bayi dengan kriteria tertentu.

“Saat melihat balita itu gemuk, mereka enggak mengukur tinggi badannya. Secara kasat mata stuntingnya enggak ada, padahal kalau diukur tinggi badannya sebenarnya ada,” jelas Andi.

Turunkan Jumlah Stunting

Stunting adalah terhambatnya pertumbuhan anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan kekurangan stimulasi psikososial. Menurut Andi Wibowo, jumlah stunting di Magelang tahun 2017 mencapai 30 % dari total populasi anak Kabupaten Magelang.

Andi mengatakan, angka tersebut termasuk yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Pemkab Magelang mengambil langkah menurunkan jumlah stunting melalui sejumlah program, salah satunya adalah Kampung Anak Sejahtera.

Dengan program Kampung Anak Sejahtera, secara teknis pencegahan stunting difokuskan pada kinerja pelayanan dan sosialisasi hingga tingkat desa. Kader posyandu sebagai salah satu ujung tombak diberi pengetahuan soal pencegahan stunting.

Puskesmas juga mengambil peran dalam menekan angka stunting. Puskesmas sebagai fasilitas medis terdekat dengan masyarakat. Petugas medis serta fasilitas kesehatan di Puskesmas akan ditingkatkan agar dapat menangani kasus stunting dan kasus medis lainnya.

Add Comment