Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebaktian Kamis Putih Dilaksanakan Secara Daring

Pelaksanaan kebaktian Kamis Putih (refleksi kesengsaraan Yesus), pada Kamis (9/4/2020) petang. (Foto: Pemkab Magelang)

Magelang – Umat  Kristen di kabupaten Magelang melaksanakan kebaktian Kamis Putih (refleksi kesengsaraan Yesus) dalam situasi yang berbeda. Kebaktian dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, sehingga tahun ini dilaksanakan secara daring atau online.

Seperti yang dilakukan 11 Gereja Kristen Jawa (GKJ) se-Klasis Magelang,  Kamis (9/4/2020) petang. Kebaktian kali ini dilakukan melalui layanan video online YouTube.

Kebaktian  dipimpin secara bergantian oleh  10 pendeta dari 11 GKJ se-Klasis Magelang. Seperti pembacaan Votum dan Salam dibawakan Pendeta Widya Nowo M Nelwan ( GKJ Salaman), Pendeta Johan Budiman (GKJ Mertoyudan) membawakan panggilan Tuhan. Kemudian, Pendeta Sucahyo (GKJ Kenalan) membacakan firman Tuhan yang diambil dari Injil Yohanes 13 ayat 1 sampai 17, sedangkan pelayanan firman (kotbah) dibawakan Pendeta Pudjo Kristanto dari GKJ Secang.

Pada ibadah tersebut juga dilayangkan perjamuan kudus yang dilayani oleh Pendeta Saryoto (GKJ Magelang ) dan Pendeta Gledis Yunia Debora Angelita (GKJ Plengkung). Sedangkan Pendeta Wiwin Susanto (GKJ Gumuk) melayani doa persembahan dan Pendeta Kristian Yudhi Nugroho (GKJ Plengkung) memimpin Pengakuan Imam Rasuli. Sedangkan Pendeta   Tony Jatmiko (GKJ Magelang ) memimpin doa syukur dan safaat, Pendeta Nunung Trihastomo (GKJ Muntilan) memimpin Pesan Pengutusan. Dan di akhir kebaktian tersebut, semua pendeta melayani berkat sambil mengangkat kedua tangannya.

Ajak Umat Kristen Saling Mengasihi

Dalam kotbahnya Pendeta Pudjo Kristanto mengajak umat Kristen yang ada di wilayah Magelang raya saling mengasihi, rela berkorban dan rendah diri. Terlebih  di saat seperti saat ini, di tengah pandemi Virus Corona.

“Umat Kristen saya harapkan rela berkorban dan memberi kepada sesama tanpa memandang itu dari golongan, agama maupun lainnya,” kata Pudjo, dalam laman resmi Pemkab Magelang.

Pudjo juga berharap, umat Kristen Magelang siap melayani seperti yang dilakukan Yesus Kristus pada saat malam perjamuan terakhir dengan murid-murid-Nya. Yesus Kristus melayani semua murid-muridnya saat memberikan roti yang dilambangkan sebagai tubuh-Nya dan memberikan anggur yang dilambangkan sebagai darah yang tercurah di Bukit Golgota.

Pudjo Kristanto juga mengajak umat Kristen untuk selalu rendah hati dan rela melayani, tidak saling menyalahkan, tidak merasa paling hebat yang bisa menjadikan kesombongan rohani.

 

Add Comment