Manfaatkan Empon-Empon, Seniman Borobudur Hasilkan Lukisan

Seniman asal Borobudur. Easting Medi menjadikan empon-empon untuk pewarna lukisannya. (Foto: Pemkab Magelang)

Wanurejo – Empon-empon yang bermanfaat bagi kesehatan dan dianggap bisa menangkal Covid-19, dimanfaatkan berbeda oleh seorang seniman asal Borobudur. Easting Medi (43) mengeksplorasi bahan baku jamu tradisional ini dengan membuat karya lukis sebagai respon atas pandemi Covid-19.

Easting Medi pemilik studio Easting Medi Art di dusun Tingal Wetan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, menjadikan empon-empon untuk pewarna lukisannya, selain dengan menggunakan cat akrilik. Tidak gampang menuangkan empon-empon sebagai pewarna lukisan, terutama untuk gradasi terang dan gelap, sehingga menghasilkan karya yang alami. Ia harus mengulang-ulang sampai puluhan kali sesuai dengan kebutuhan.

“Ini seperti melukis dengan cat air, aquarel, tidak bisa sekali oles, namun harus berpuluh-puluh kali sampai menemukan apa yang saya mau,” katanya dalam laman resmi Pemkab Magelang.

Lukisan yang menjadi ciri khasnya adalah kepala Budha, relief candi Borobudur serta kehidupan masyarakat di kawassan ini. Ia mengungkapkan melukis dengan empon-empon sudah dilakukan sejak lama sekitar 2002 dan terus dilakukan sampai sekarang ini. Ada lebih dari 100 karya yang sudah dibuat, baik di atas kertas ataupun kanvas.

“Saat ini saya menggunakan empon-empon sebagai respon atas kondisi saat ini, yaitu merebaknya Corona virus atau Covid-19,” ucapnya.

Sudah Lama Menjadi Seniman

Easting Medi bukanlah seniman asing di Borobudur. Ia sudah lama menekuni profesinya secara otodidak. Medi, panggilan akrabnya, mengaku tidak asing dengan empon-empon karena sejak kecil ia sudah menanam dan mengolahnya termasuk untuk dikonsumsi sebagai jamu.

“Maklum saya orang desa, jadi tidak asing dengan berbagai macam empon-empon,” ucapnya.

Ia juga suka minum jamu dengan bahan baku empon-empon yang dianggap bisa untuk menambah daya tahan tubuh. Apalagi saat ini sedang merebak Covid-19, jadi tidak ada salahnya mengonsumsi jamu empon-empon.

Berbagai empon-empon yang sering digunakan, beberapa diantaranya adalah kunyit, temu giring, temulawak dan temu mangga. Ia mencampurkan berbagai empon-empon untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Misal untuk menghasilkan warna kuat, maka ia menyampurkan kunyit, temulawak, temu giring dan temu mangga.

Untuk kuning terang adalah perpaduan temu mangga dan bengle, sedangkan kuning gelap (temu giring, temulawak), untuk agak abu-abu adalah temu ireng. Sedangkan untuk coklat tua ia menggunakan kunyit. Penggunaan jamu untuk melukis, menurut Medi, terasa menyegarkan dan hasilnya menjadi warna-warna alami.

 

Add Comment